Kalau salah ya salah. Salah bukanlah kuota undangan premiere film untuk dua orang dan kalau nggak datang berdua akan dianggap ini itu. Salah ya salah, siapa? Apa? Katakan saja…
Saya bukan mind reader dan saya tidak diberitahu informasi yang cukup, lalu apa yang diharapkan? Bahkan penolakkan berupa pesan yang tidak dibalas, sambungan telepon yang tak dijawab,… Well, itu tidak pernah diharapkan.
Ada yang bilang ‘mengerti’ adalah sikap yang sebaik-baiknya dapat diterapkan, tapi apa gunanya kalau itu tidak membuat pertanyaan saya dijawab?
Maklum dan mengerti memang sulit dibedakan,
Dan saya tidak ingin memilih keduanya. Kepahaman saya belum cukup pada taraf itu.
Saya tidak ingin membagi ketidak-pahaman ini dengan siapapun, terutama dengan dia yang sebetulnya baik-baik saja dengan Beliau. Bisakah kalian segera baik-baik saja dan lupakan saya? Ya walau saya tahu kemungkinan saya tidak dimaafkan sangatlah besar. Tapi, memang bukan itu tujuan utamanya.
Berbaikanlah… Cerita…
Karena kalau Beliau mau cerita, mungkin saya juga nggak perlu bertanya, nggak perlu terpaksa mengerti, dan terus tidak dapat mengerti.
—-
#10 dari 366 2012