Dibenci orang hingga dianggap seonggok badan yang tak perlu diberitahu kabar berita memang terasa bagai menstruasi hari pertama dan kedua
Deras mengalir tanpa bisa dikontrol
Sakit
Nyeri
Lumayan bikin suasana hati buruk
Tapi, kalau nggak mens,
bisa bikin lebih sakit
Lebih nyeri
Keluar uang tak sedikit untuk rumah sakit yang tak menyembuhkan
atau mungkin menghilang selamanya dari dunia
Tarolah saya yang memang “memilih” untuk dijauhi
atau “dipilih” untuk tidak lagi ditemani
Karena alasan apa?
Kalau tahu ya saya pasti bisa cegah
Atau mungkin kalau sudah sampai tahap telat menstruasi tanda hamil
Saya sekalian saja pergi membeli pil sakti bernama misoprostol
Aborsi
Habis sudah perkara
Biar saja nanggung predikat “manusia kejam”
Hidup memang keras, cuy!
Sekeras perilaku mu yang tak lagi ber-etika, cuihhh apalagi beramah-tamah
Kita tidak perlu kenal lagi kan, katamu (yang terpancar dari sikapmu)?
Dengan ini mungkin kita harus minta maaf sama sejarah
Dan sahabatnya, waktu
Yang sudah repot-repot pernah menyediakan tempat dan kesempatan
Buat kita (awalnya) berbagi kebersamaan
Nyatanya kini kau sudah besar kepala
Dengan ini
Anggap saja saya memang benar-benar tidak pernah ada
Atau tidak lagi bersedia ada (untukmu dan keseluruhan hidupmu yang mungkin sudah jauh terlampau maju itu)
—-
#13 dari 366 di 2012